Filosofi Angklung, Tricia Sumarijanto: Penyandang Disabilitas Intelektual ISDI Wujudkan Social Harmony

Jurnalpersada.com – Jakarta : Sebuah sajian luar biasa ditampilkan buat perayaan Hari Angklung yang jatuh pada bulan November ini. Teman-teman pengidap down syndrome dari ISDI (Ikatan Down Syndrome Indonesia) tampil apik memainkan angklung bersama musisi dan influencer angklung, yakni Manshur dan Tricia Sumarijanto.

Pertunjukan musik angklung ini ditampilkan para pengidap down syndrome di Griya Anggrek, Kebun Raya Bogor, yang berada di bawah naungan YKRI yang diketuai Megawati Soekarnoputri, belum lama ini. Manshur tampak memainkan angklung dengan peralatan khasnya yang kerap tampil di Instagram. Sebagai pusat perhatian, teman-teman dari ISDI membawa angklung masing-masing dan tampil dengan busana bernuansa tradisional Indonesia.

Filosofi Angklung, Tricia Sumarijanto: Penyandang Disabilitas Intelektual ISDI Wujudkan Social Harmony

Dengan penuh percaya diri, para pemain angklung dari ISDI menampilkan lagu penuh makna. Penampilan mereka sukses membius para pengunjung dan penonton yang hadir di Griya Anggrek. Tak sedikit dari mereka yang terharu melihat bakat dari teman-teman ISDI.

Apresiasi juga diberikan banyak pihak terhadap acara tersebut. Acara yang terselenggara atas kerja sama Badan Kebudayaan Nasional PDI Perjuangan bekerja sama dengan ASA (Yayasan Anugerah Santa Asasta), YKRI (Yayasan Kebun Raya Indonesia), dan SSP (Sumber Energi Saktiprima) ini mengundang rasa haru dan bangga. Sekaligus juga membuktikan bahwa musik bisa menyentuh sanubari siapa pun apabila dimainkan dengan tulus oleh siapapun.

Puluhan Pengidap Down Syndrome Tampil Apik Mainkan Angklung

Angklung merupakan warisan budaya Indonesia yang terus harus dilestarikan. Acara seperti ini merupakan salah satu usaha pelestarian tersebut. Tak hanya penampilan angklung dari ISDI, dihadirkan juga talkshow dengan tema filosofi musik angklung serta upaya pelestarian budaya angklung yang kini dimiliki oleh kaum muda Indonesia.

Manshur hadir sebagai tokoh influencer muda yang memilih angklung sebagai media dan alat musik buat mengekspresikan diri dengan energik. Di sisi lain, Tricia Sumarijanto lebih perhatian kepada bagaimana cara untuk membawa angklung ke ranah musik yang lebih luas hingga dikenal dunia.

Saya berharap acara seperti ini bisa terus diselenggarakan. Selain menunjukkan rasa peduli kepada warisan bangsa, acara ini juga jadi tanda kasih kita kepada anak-anak down syndrome. Mereka juga berhak mendapat kesempatan yang sama untuk memperlihatkan bakatnya. Semoga ke depannya acara seperti ini bisa lebih banyak digelar,” ujar Kepala Badan Kebudayaan Nasional PDI Perjuangan Aria Bima dalam keterangan resmi yang diterima detikcom.

Hari Angklung Sedunia jatuh pada 16 November setiap tahunnya. Hal ini diselenggarakan setelah UNESCO resmi mengaku angklung sebagai warisan budaya takbenda (Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity) dari Jawa Barat, Indonesia. Eksistensi angklung hingga kini tak luput dari peran Daeng Soetigna asal Garut, Jawa Barat. Nama-nama seperti Manshur dan Tricia menjadi sosok penting juga dalam mempertahankan eksistensi budaya lokal tersebut hingga kini. (Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *